Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share Terpujilah GURU | Roadshow Nasional Telkomsel Buat Bantu Guru Hadapi Era AI Perkembangan teknologi dan AI sekarang mulai mengubah banyak hal, termasuk cara belajar dan mengajar di ruang kelas. Di tengah perubahan itu, guru juga dituntut buat terus adaptif supaya tetap bisa relevan dengan kebutuhan siswa dan perkembangan zaman. Melihat kondisi tersebut, Telkomsel menghadirkan program “Terpujilah GURU”, sebuah inisiatif yang fokus pada peningkatan kompetensi guru di era digital. Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus pendampingan buat para pendidik agar lebih siap menghadapi transformasi teknologi yang makin cepat. Lewat pendekatan yang cukup lengkap, selain diajak memahami dasar-dasar AI dan produktivitas digital, peserta juga belajar bagaimana teknologi bisa dipakai langsung dalam proses belajar-mengajar sehari-hari. Mulai dari pembuatan modul ajar digital, pengembangan konten edukasi, sampai eksplorasi AI sebagai tools pendukung pembelajaran. Oleh Dias Setyanto Roadshow Nasional di Berbagai Kota Program “Terpujilah GURU” dikemas dalam format roadshow nasional yang hadir di beberapa kota di Indonesia sepanjang 2026. Roadshow ini sudah dimulai di Kabupaten Bogor pada 8 Mei 2026 dan berlanjut ke Sumedang pada 13 Mei 2026. Setelah itu, program akan hadir di Yogyakarta pada 20 Mei 2026, Surabaya pada 22 Mei 2026, Pekanbaru pada 5 Juni 2026, dan Ambon pada 10 Juni 2026. Setiap kota menghadirkan rangkaian acara yang terdiri dari opening ceremony, talkshow, sosialisasi program, hingga workshop praktik langsung yang fokus pada pemanfaatan AI di dunia pendidikan. Mitra Guru Bahas AI Salah satu sesi utama dalam roadshow ini adalah talkshow bertajuk “Guru adalah Kunci di Era Digital”. Lewat format panel talk, sesi ini membahas bagaimana teknologi dan AI seharusnya hadir sebagai mitra guru, bukan pengganti peran mereka di kelas. Roadshow perdana “Terpujilah GURU” berlangsung di Kabupaten Bogor pada 8 Mei 2026 dan menjadi pembuka dari rangkaian roadshow nasional program ini. Acara dibuka lewat opening speech dari Andy P. Santoso – General Manager Corporate Social Responsibility, serta Dr. Adi Maulana, M.Pd, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I. Memasuki sesi talkshow utama, diskusi menghadirkan Robby Firliandoko dari Universitas Djuanda dan Adrian Sinatra, CEO Seruni Creative yang merupakan bagian dari Agate International. Pembahasannya mulai dari tren AI dan EdTech global, tantangan implementasi teknologi di ruang kelas, sampai bagaimana guru tetap bisa mempertahankan nilai humanis di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dalam sesi bersama Adrian Sinatra, pembahasan lebih banyak mengarah ke bagaimana AI dapat membantu mengurangi beban administratif guru supaya mereka bisa lebih fokus pada pendampingan siswa dan pengembangan karakter di kelas. Sementara itu, Robby Firliandoko membahas pengalaman implementasi teknologi di lapangan, termasuk bagaimana penggunaan teknologi sederhana dan AI tepat guna bisa membantu meningkatkan antusiasme belajar siswa tanpa menghilangkan kedekatan emosional antara guru dan murid. Selain talkshow, roadshow ini juga menghadirkan sesi sosialisasi program bersama Diko Julian selaku Pj General Manager Corporate Reputation Management Telkomsel yang membahas blueprint dan pengembangan ekosistem “Terpujilah GURU”. Ada Workshop Praktik Langsung Selain talkshow, peserta juga mengikuti mini workshop bertema “From Prompting to Executing” bersama Harry Mawardi sebagai Master Trainer IIRC. Di sesi ini, guru diajak memahami cara membuat prompt AI yang lebih presisi untuk menghasilkan materi pembelajaran yang lebih personal dan relevan sesuai kebutuhan kelas masing-masing. Yang menarik, workshop ini tidak berhenti di teori saja. Peserta juga diminta menghasilkan output nyata selama sesi berlangsung, mulai dari: Modul Ajar Digital Bank soal berbasis AI Rencana proyek pembelajaran kreatif Melalui workshop ini, peserta bisa langsung mencoba AI untuk dipakai sebagai alat bantu produktivitas dalam proses belajar-mengajar sehari-hari. Didukung Banyak Komunitas Pendidikan Program “Terpujilah GURU” juga melibatkan cukup banyak komunitas dan organisasi pendidikan dari berbagai daerah, khususnya wilayah Bogor. Beberapa di antaranya seperti PGRI, Guru Indonesia, Guru Digital Indonesia, 1000 Guru, Teach For Indonesia, Kampus Guru Cikal, Ikatan Guru Indonesia, sampai berbagai komunitas guru lokal lainnya. Kolaborasi ini jadi bagian penting dari program karena bukan cuma menghadirkan pelatihan satu arah, tapi juga membangun ekosistem pembelajaran yang lebih kolaboratif antarpendidik. Lewat keterlibatan komunitas, institusi akademik, dan organisasi pendidikan tersebut, program ini diharapkan bisa memperluas akses pembelajaran digital sekaligus membuka ruang berbagi praktik baik terkait penggunaan teknologi dan AI di dunia pendidikan Indonesia. Roadshow “Terpujilah GURU” Kabupaten Bogor — 8 Mei 2026 Sumedang — 13 Mei 2026 Yogyakarta — 20 Mei 2026 Surabaya — 22 Mei 2026 Pekanbaru — 5 Juni 2026 Ambon — 10 Juni 2026 Untuk kamu yang tertarik untuk ikut, kamu bisa registrasi di sini: http://tsel.id/TerpujilahGuru Edit Template Edit Template Related Articles All Posts Lifestyle & Hobby Terpujilah GURU | Roadshow Nasional Telkomsel Buat Bantu Guru Hadapi Era AI May 20, 2026 Agate Day 2026 | Ngerayain 17 tahun Agate May 18, 2026 Stop Pakai Baju Oversized, Ini Tips OOTD Cowok Gemuk yang Benar October 30, 2024 Salvadore | Merayakan Warisan Mode yang Timeless September 29, 2024 Sneakers vs Canvas: Mana yang Lebih Bagus? September 2, 2024 Instagram Facebook Youtube © 2024 SIARIN MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED Edit Template
Author: Dias Setyanto
Agate Day 2026 | Ngerayain 17 tahun Agate
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share Agate Day 2026 | Ngerayain 17 tahun Agate 17 tahun lalu, tepatnya di 1 April 2009, Agate International mulai berdiri dengan satu mimpi sederhana: “Bring people together through meaningful play.” Dari yang awalnya fokus bikin game, sekarang Agate juga ikut ngebangun ekosistem industri kreatif dan gaming lokal yang makin berkembang dari tahun ke tahun. Nah, sebagai bagian dari perayaan anniversary ke-17, Agate akhirnya ngadain Agate Day 2026 pada 6 Mei 2026 di HQ Agate International. Acara ini jadi tempat kumpulnya developer, partner, media, komunitas, sampai insan kreatif yang selama ini ikut jalan bareng industri game lokal. Oleh Dias Setyanto Ada Banyak Aktivitas Seru Dari pagi, acara dibuka lewat open house dan networking session yang langsung rame di area lobby HQ Agate. Setelah itu ada opening ceremony yang dibawain langsung sama CEO Agate International, Shieny Aprilia, lanjut ke sesi “Agate Throughout the Years” yang ngebahas perjalanan Agate selama 17 tahun terakhir. Buat yang pengen ngobrol santai soal industri game dan kreatif, ada juga dev podcast bareng The Lazy Monday yang ngundang berbagai developer dan perwakilan business line dari Agate. Mengenal Divisi Agate Yang menarik, Agate Day 2026 juga jadi ajang showcase berbagai karya dan produk dari banyak divisi. Mulai dari FSKU, Level Up powered by Agate yang fokus di gamification, sampai Seruni Creative, sebagai creative agency di bawah Agate International. Sepanjang acara, pengunjung juga bebas networking sambil nyobain berbagai showcase yang dipamerin di area venue. Ratusan Peserta Ikut Datang Secara total, acara ini dihadiri sekitar 120 peserta, atau hampir 200 orang jika digabung dengan seluruh perwakilan dari Agate. Acara ini juga dihadiri oleh undangan dari pihak klien, business partner, kementerian, sektor akademisi, komunitas, pemerintah daerah, hingga media game nasional yang turut merayakan perjalanan Agate yang kini memasuki tahun ke-17. Lewat Agate Day 2026, Agate nunjukin kalau industri game lokal terus berkembang dan makin banyak talenta Indonesia yang mulai dilirik di panggung global. Edit Template Edit Template Related Articles All Posts Lifestyle & Hobby Agate Day 2026 | Ngerayain 17 tahun Agate May 18, 2026 Stop Pakai Baju Oversized, Ini Tips OOTD Cowok Gemuk yang Benar October 30, 2024 Salvadore | Merayakan Warisan Mode yang Timeless September 29, 2024 Sneakers vs Canvas: Mana yang Lebih Bagus? September 2, 2024 Zodiak Virgo di Tahun 2024 August 21, 2024 Instagram Facebook Youtube © 2024 SIARIN MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED Edit Template
no na, Girl Group Pertama Indonesia dari 88Rising Siap Debut!
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share no na, Girl Group Pertama Indonesia dari 88Rising Siap Debut! Setelah sukses membawa nama NIKI dan Rich Brian ke panggung musik dunia, 88Rising kini melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan girl group pertamanya dari Indonesia: no na. Grup beranggotakan empat perempuan ini dijadwalkan akan merilis lagu debutnya pada 2 Mei 2025. Oleh Dias Setyanto Suasana Nusantara di Teaser Perdana Lewat teaser yang diunggah di media sosial resmi 88Rising, no na tampil dalam balutan visual bernuansa Indonesia. Suara gamelan mengiringi klip yang memperlihatkan pemandangan alam dari berbagai daerah di Tanah Air. Nama “no na” sendiri terinspirasi dari sapaan untuk perempuan dalam bahasa Indonesia, menegaskan identitas lokal yang ingin mereka bawa ke panggung internasional. aitohumanizetextconverter.com Siapa Saja Anggota no na? Meski belum ada perkenalan resmi, keempat anggota no na diketahui adalah: Baila Fauri Christy Gardena Esther Geraldine Shazfa Adesya Esther dan Baila adalah nama yang sudah tidak asing bagi penikmat ajang pencarian bakat, karena keduanya merupakan alumni Indonesian Idol. Sementara itu, Christy dan Shazfa dikenal lewat latar belakang mereka di dunia tari. Meski datang dari jalur yang berbeda, keempatnya disebut sebagai penampil yang sudah lama mengasah kemampuan masing-masing. Debut Single no na: “Shoot” Lagu perdana no na berjudul “Shoot” hadir dengan gaya yang berbeda dibandingkan mayoritas rilisan girl group yang cenderung energik dan mengajak pendengarnya menari. Sebaliknya, “Shoot” menghadirkan nuansa chill that still will make you groove. Lagu single pertama mereka ini mengangkat tema percaya diri dan berani menghadapi ego tinggi dari orang lain. Lirik-liriknya terdengar sinis namun juga memancarkan kekuatan yang menggambarkan seseorang yang tahu apa yang ia miliki dan tidak takut untuk melawan rasa meremehkan dari orang lain. Potongan lirik seperti “Your ego ain’t bulletproof, I’m comin’ straight for the heart” atau “You been way too busy playin’ yourself” menyiratkan pesan untuk tidak mudah goyah saat berhadapan dengan mereka yang merendahkan. https://www.youtube.com/watch?v=6HWHRP2rZqE Lirik lagu no na Shoot I’m busy dancing, baby Why you keep on standing in my light? Stop, you don’t wanna get no closer ‘Cause a touch like mine might end your life Hmm, I know that look, I’ve seen it before And I’m keeping score Got you right where I want you How you like that, baby? You been way too busy playing yourself Ain’t nobody else Won’t see me comin’, but I’m comin’ (Comin’) Straight for the heart (Straight for the heart) You never seen a sniper lookin’ this cute My favorite part (Straight for the heart) I get to look you in the eyes when I shoot I’m aiming the truth at you Don’t test me, you know it’s poof Your ego ain’t bulletproof I’m comin’ Straight for the heart (Straight for the heart) Want you to feel me taking triumph over you Lagu “Shoot” kini tersedia di berbagai platform musik, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube Music, iTunes Store, Pandora, TikTok, SoundCloud, Deezer, Amazon Music, Tidal, dan juga YouTube untuk video musiknya. Video musiknya juga tampil beda, dengan latar keindahan alam Indonesia seperti sawah, air terjun, dan pantai, menggantikan suasana studio yang biasa digunakan dalam sebagian besar girl group. Ini menegaskan kemungkinan besar potensi identitas pendekatan no na akan lebih membawa konteks lokal ke dalam karya mereka. Tapi, bagaimana menurut kamu? Siapa yang paling kamu suka dari anggota no na? Atau kamu lebih suka sama gaya musiknya? Edit Template Edit Template Related Articles All Posts Lifestyle & Hobby Stop Pakai Baju Oversized, Ini Tips OOTD Cowok Gemuk yang Benar October 30, 2024 Salvadore | Merayakan Warisan Mode yang Timeless September 29, 2024 Sneakers vs Canvas: Mana yang Lebih Bagus? September 2, 2024 Zodiak Virgo di Tahun 2024 August 21, 2024 Nimas Art Production: Mengusung Kesenian Tradisional di Era Modern di Siarin.id August 19, 2024 Instagram Facebook Youtube © 2024 SIARIN MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED Edit Template
Viral Boyband Korea Datang ke SMAN 70 Jakarta! Sekolah Kamu Bakal Menyusul?
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share Viral Boyband Korea Datang ke SMAN 70 Jakarta! Sekolah Kamu Bakal Menyusul? Pernah kebayang gak sih, lagi di sekolah, eh tiba-tiba ada boyband Korea nongol depan mata? Bukan mimpi, kejadian ini beneran dialamin anak-anak SMAN 70 Jakarta. Tiba-tiba aja, sekolah mereka didatengin WHIB, boyband asal Korea Selatan, dan langsung jadi rame di mana-mana. Oleh Dias Setyanto Gambar: allkpop.com Siapa sih WHIB itu? Hari Rabu pagi (30/4), WHIB tiba-tiba tampil di halaman SMAN 70. Banyak yang awalnya kira ini bagian dari pensi atau acara sekolah. Tapi ternyata… bukan. Mereka dateng bukan karena diundang sekolah, tapi karena emang inisiatif dari tim mereka sendiri. Gratis pula. Salah satu siswa sempat nge-upload videonya ke media sosial, dan dari situ semuanya jadi heboh. Banyak yang komen, “Gila sih ini,” “Kapan sekolah gue?”—dan yang paling banyak: iri. @asy4l0mf random bgt???????? #sman70jakarta #bulungan #whib #jayder #jinbeom #jaeha #inhong #haseung #wonjun #leejeong #yooseungyong #fyp ♬ KICK IT – WHIB Siapa sih WHIB itu? WHIB adalah boy group yang isinya delapan member, dan mereka lagi sibuk promosiin lagu barunya, Bang Out, yang rilis tanggal 9 April 2025 kemarin. Tapi gak ada yang nyangka promonya bakal sampai segitunya—turun langsung ke sekolah-sekolah di Jakarta. Hari Rabu pagi (30/4), WHIB tiba-tiba tampil di halaman SMAN 70. Banyak yang awalnya kira ini bagian dari pensi atau acara sekolah. Tapi ternyata… bukan. Mereka dateng bukan karena diundang sekolah, tapi karena emang inisiatif dari tim mereka sendiri. Gratis pula. Salah satu siswa sempat nge-upload videonya ke media sosial, dan dari situ semuanya jadi heboh. Banyak yang komen, “Gila sih ini,” “Kapan sekolah gue?”—dan yang paling banyak: iri. Kenapa Bisa Heboh Banget? Yaaa… coba pikir aja. Lo lagi istirahat di sekolah, terus ada boyband Korea nyanyi langsung di depan mata lo. Gak perlu war tiket, tinggal modal rajin ke sekolah, udah bisa nonton aja. Gak heran kalau yang liat langsung teriak-teriak, sementara yang nonton dari HP cuma bisa gigit jari. WHIB sendiri debut tanggal 8 November 2023 lewat single album Cut Out, yang isinya lagu “BANG!” dan “Dizzy”. Nama WHIB diambil dari white dan black, katanya sih biar bisa eksplor konsep yang beda-beda. Sejak debut, mereka udah ngeluarin empat single album: Cut Out (8 November 2023) Eternal Youth: Kick It (14 Mei 2024) Rush of Joy (30 September 2024) Bang Out (9 April 2025) Membernya ada Jayder (leader, rapper utama), Haseung (vokal utama), Jinbeom (main dancer), UGeon (rapper, dancer), Leejeong (vokal, dancer), Jaeha (dancer), Inhong (vokal), dan Wonjun (vokal utama sekaligus maknae). Beberapa dari mereka juga sempat muncul di acara-acara trainee kayak YG Treasure Box, Stars Awakening, dan PLAYou Level Up. Mereka Promosi atau Ngapain Sih? Yap. Sebelum datang ke SMAN 70 Jakarta, WHIB udah ngadain fan meet-up juga bertajuk “BANG OUT WHIB FAN MEET-UP in JAKARTA” di South Great Hall, Pos Bloc Jakarta, Pasar Baru waktu 26 April 2025 lalu. Tapi ternyata mereka gak berhenti di situ. Kunjungan ke sekolah kayak SMAN 70 ini jadi strategi selanjutnya, dan jujur aja—lumayan berhasil bikin nama mereka makin dikenal, apalagi di kalangan anak-anak sekolah. Sekarang jadi bikin mikir juga: Ini promosi sekali doang atau bakal jadi tren baru? Jangan-jangan, nanti makin banyak agensi K-Pop yang ikut-ikutan nyamperin sekolah buat ngenalin artis mereka? Kira-kira sekolah mana yang bakal disamperin selanjutnya? Yang pasti, sekarang semua orang jadi waspada. Siapa tahu besok gilirannya sekolah lo. Mulai glow up dari sekarang, ya sebelum grup berikutnya dateng ke sekolah lo. Edit Template Edit Template Related Articles All Posts Lifestyle & Hobby Stop Pakai Baju Oversized, Ini Tips OOTD Cowok Gemuk yang Benar October 30, 2024 Salvadore | Merayakan Warisan Mode yang Timeless September 29, 2024 Sneakers vs Canvas: Mana yang Lebih Bagus? September 2, 2024 Zodiak Virgo di Tahun 2024 August 21, 2024 Nimas Art Production: Mengusung Kesenian Tradisional di Era Modern di Siarin.id August 19, 2024 Instagram Facebook Youtube © 2024 SIARIN MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED Edit Template
BIO | Playboy Tobat dan Gelombang Baru Musik SKA
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share BIO | Playboy Tobat dan Gelombang Baru Musik SKA Setelah penampilan mereka di episode kedua Siarin.id, BIO (Bandung Inikami Orcheska) duduk bersama kami untuk berbagi cerita perjalanan musik mereka. Sebagai salah satu band ska paling eksploratif dari Bandung, BIO terdiri dari sembilan anggota: Henrik (trombone), Riksa (vokal), Viko (tenor saxophone), Indra (gitar), Adi (bass), Ardi (keyboard), Obo (drum), Ivan (alto saxophone), dan Wendy (trompet). Berakar pada genre ska, BIO mencampurkan berbagai pengaruh musik untuk menciptakan suara yang unik. Oleh Dias Setyanto Sejarah BIO dan Transformasi Genre BIO, yang awalnya dibentuk dengan nama Inikami pada tahun 2006, telah melalui banyak perubahan baik dalam formasi maupun arah musik mereka. “Dulu namanya juga bukan BIO,” Henrik memulai dengan penuh nostalgia. Band ini dibentuk pada bulan Maret 2006, dan pada awalnya, vokalisnya adalah Febri. Namun, pada tahun 2008, Riksa menggantikannya sebagai vokalis. Perjalanan BIO tidak selalu mulus. Pada tahun 2009, beberapa anggota meninggalkan band, tetapi pada tahun 2010, mereka bangkit kembali dengan formasi yang lebih kuat, mengadopsi gaya yang lebih beragam namun tetap setia pada akar ska. “Kita bawa new wave SKA,” kata Henrik. Pengaruh dari band-band besar seperti Tokyo Ska Paradise Orchestra dan musisi punk jelas mempengaruhi perkembangan suara BIO. Dengan tambahan anggota brass baru, BIO menjadi band dengan formasi sembilan orang, dan mereka ingin dikenal dengan nama BIO saja, bukan Bandung Inikami Orcheska lagi. Musik Ska dengan Sentuhan Eksploratif Salah satu keunikan BIO adalah pendekatan mereka yang terbuka terhadap berbagai genre musik. Menurut Indra, BIO tidak pernah takut untuk bereksperimen. “Masing-masing kepala punya influence tersendiri,” katanya. Henrik lebih suka musik punk, sementara Indra termotivasi oleh musik Jepang, dan Riksa adalah penggemar sastra. Kombinasi ini menciptakan karakter musik BIO yang eksploratif, menggabungkan berbagai elemen ke dalam ska BIO. Mereka menekankan bahwa ska tidak harus statis, dan melalui album mereka, Alegori, BIO menunjukkan bahwa ska bisa lebih dinamis dan penuh warna. Henrik menambahkan bahwa Alegori adalah contoh yang baik dari bagaimana mereka mengeksplorasi ska secara mendalam. “Album Alegori jelas banget nunjukin eksplor kita di SKA, bahwa SKA itu nggak harus begini-begini terus,” katanya. Dengan pengaruh dari berbagai aliran musik, BIO berhasil memperluas definisi ska hingga menciptakan suara khas yang berbeda dari band-band ska lainnya di Indonesia. Lagu dengan dan Tanpa Vokal Salah satu ciri khas dari BIO adalah bahwa mereka memiliki beberapa lagu yang murni instrumental dan beberapa lainnya dengan vokal. Ketika ditanya tentang keputusan ini, BIO menjelaskan bahwa ini lebih tentang menciptakan keseimbangan dalam pertunjukan live mereka. “Biar nggak capek,” kata Riksa sambil tertawa. Dalam konser, mereka biasanya membagi antara bagian vokal dan bagian brass, sehingga ada momen-momen istirahat bagi masing-masing anggota. “Biar lebih variatif aja di album,” tambahnya. Pendekatan ini memungkinkan BIO untuk menciptakan dinamika yang lebih menarik, baik di album maupun saat mereka tampil di atas panggung. Proses Kreatif yang Berbasis Jamming BIO menggambarkan proses kreatif mereka sebagai sesuatu yang sangat organik. Mereka biasanya memulai dengan jamming di studio. “Misalnya Henrik punya materi apa, saya punya materi apa, Riksa punya lirik apa, kita gabung semua di studio,” jelas Indra. Mereka saling bertukar ide, bereksperimen, dan menciptakan musik yang merupakan hasil dari kolaborasi intens antara semua anggota band. Ini memberi mereka kebebasan untuk mengeksplorasi berbagai ide tanpa batasan, dan hasil akhirnya adalah musik yang kaya dengan nuansa dan variasi. Rekomendasi Lagu untuk Pendengar Baru Ketika ditanya lagu mana yang paling cocok untuk didengarkan oleh pendengar baru BIO, mereka merekomendasikan lagu-lagu seperti “Cerah,” “Mjbu,” “Puan,” dan “Bingkai.” “Kayaknya paling masuk ‘Cerah’ ya,” kata Indra. Lagu-lagu ini dianggap lebih ringan dan mudah diakses, serta mencerminkan sisi eksploratif dari band ini. Namun, bagi mereka yang mencari sesuatu yang lebih kompleks, BIO juga memiliki sejumlah lagu yang lebih berat, baik dari segi aransemen maupun tema. Lagu-Lagu Berat dan Gelap BIO tidak hanya dikenal dengan lagu-lagu yang ringan dan penuh semangat. Mereka juga memiliki beberapa lagu yang lebih gelap, baik dalam segi tema maupun lirik. Salah satu contoh lagu gelap yang mereka bahas adalah “Abu-Abu.” Lagu ini mengangkat tema kekhawatiran seorang pria terhadap pasangannya, dan liriknya menggambarkan perasaan yang mendalam dan tidak nyaman. “Kalau Abu-Abu itu lumayan gelap dari segi lirik,” jelas Riksa. Henrik menambahkan bahwa meskipun ada lagu-lagu yang gelap, BIO selalu berusaha menyampaikan pesan untuk bangkit dan tidak terjebak dalam kegelapan terlalu lama. “Kita sambungkan dengan lagu-lagu motivasi kayak Cerah atau Revolusi Diri. Jadi walau ada masalah, ayo bangkit,” kata Henrik. Ini adalah salah satu kekuatan BIO, di mana mereka mampu menyeimbangkan antara kegelapan dan semangat positif melalui musik mereka. Kisah di Balik Lagu “Playboy TB” BIO juga menceritakan tentang salah satu lagu mereka yang unik, yaitu “Playboy TB.” Lagu ini merupakan kelanjutan dari lagu sebelumnya yang berjudul “Playboy Junkhead.” Playboy TB sendiri adalah singkatan dari Playboy Tobat, menggambarkan perjalanan seorang playboy yang akhirnya menyesal dan berusaha memperbaiki hidupnya. “Dulu nakal-nakalnya, sekarang sudah tobat,” kata Henrik sambil tertawa. Lagu ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menunjukkan bagaimana BIO suka bermain dengan narasi dalam musik mereka. “Kita suka menyambung-nyambungin cerita dari album sebelumnya,” jelas Indra. Lagu-lagu seperti “Cerah” dan “Puan” juga memiliki hubungan naratif, di mana “Cerah” menggambarkan semangat bangkit dari keterpurukan, sementara “Puan” menceritakan tentang seseorang yang akhirnya menemukan cinta setelah masa sulit. BIO dan Album Baru BIO saat ini sedang dalam proses mengerjakan album baru yang diharapkan akan dirilis pada akhir tahun. Album ini, menurut mereka, akan lebih ringan dibandingkan dengan album sebelumnya. “Sekarang relatif lebih ringan, karena mencoba mengikuti selera pasar,” kata Henrik sambil tertawa. Meski begitu, mereka tetap mempertahankan semangat kreatif dan eksperimental yang selalu menjadi ciri khas mereka. Tema-tema dalam album baru ini akan tetap beragam, namun BIO berusaha membuat… Continue reading BIO | Playboy Tobat dan Gelombang Baru Musik SKA
Salvadore | Merayakan Warisan Mode yang Timeless
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share Salvadore | Merayakan Warisan Mode yang Timeless Dalam wawancara eksklusif dengan Siarin.id, Didink Mustofa, pendiri sekaligus pemilik Salvadore, berbagi kisah dan filosofi di balik brand fashion yang telah mencuri perhatian banyak kalangan. Berangkat dari kecintaannya terhadap fashion pria, Salvadore berhasil memadukan tailoring klasik dengan elemen modern. Oleh Dias Setyanto Inspirasi di Balik Salvadore Salvadore bukan sekadar label pakaian pria, tetapi lahir dari kecintaan Didink terhadap dunia fashion, khususnya pakaian pria yang rapi dan berkelas. “Ketika orang itu rapi, mereka bisa dibawa kemana-mana,” ungkapnya. Filosofi dasar ini yang menjadi fondasi bagi Salvadore untuk menawarkan solusi berpakaian bagi pasangan muda yang hendak menikah, pebisnis, hingga manajer yang ingin tampil lebih fashionable. Namun, Didink tidak hanya ingin mengaitkan kerapihan dengan acara-acara besar seperti pernikahan atau pesta. Ia percaya bahwa gaya berpakaian yang rapi seharusnya juga menjadi bagian dari keseharian. “Salvadore itu lebih ke arah tailoring, bukan sekadar tempat jahit biasa,” jelasnya. Menurutnya, tailoring adalah bagian dari warisan fashion yang sudah ada sejak tahun 1920-an, ketika pakaian pria menjadi simbol status dan penting dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan Salvadore dengan Tailor Biasa Salah satu hal yang membedakan Salvadore dengan tailor pada umumnya adalah perpaduan antara konsep tailoring dan elemen streetwear. “Saya pengen menyatukan antara clothing brand dan tailoring brand,” katanya. Di era sekarang, banyak orang yang lebih memilih pakaian ready-to-wear, tetapi Salvadore ingin tetap mempertahankan nilai-nilai heritage dari tailoring sambil mengikuti tren fashion modern. Ini adalah eksperimen unik yang membuat Salvadore menonjol di industri fashion Indonesia. Definisi “Easy-to-Wear” Menurut Salvadore Didink menyoroti bahwa konsep easy-to-wear dalam pandangannya tidak harus terbatas pada kaos dan celana denim. “Dengan adanya Salvadore, easy-to-wear itu ga harus tshirt sama celana saja,” ungkapnya. Menurutnya, outerwear dan elemen tailoring lainnya juga bisa menjadi bagian dari pakaian sehari-hari yang nyaman, tetapi tetap stylish. Didink yakin bahwa seiring berjalannya waktu, fashion akan terus berkembang, dan konsep tailoring akan kembali menjadi tren, terutama di kalangan brand fashion internasional yang sudah mulai mengadopsi elemen-elemen tailoring dalam koleksi mereka. Style Salvadore yang Formal yang Tetap Fleksibel Ketika ditanya tentang gaya yang menjadi ciri khas Salvadore, Didink menjelaskan bahwa Salvadore berfokus pada kerapihan yang mencakup berbagai kategori, dari formal hingga casual-formal. “Orang-orang di sini biasanya berpikir pakaian rapi hanya untuk acara-acara besar,” katanya. Namun, Salvadore ingin mengubah pandangan tersebut dengan menunjukkan bahwa berpakaian rapi juga cocok untuk sehari-hari. “Daily wear juga oke,” tegasnya. Menurutnya, gaya formal atau semi-formal tidak harus dibatasi pada acara khusus, tetapi bisa menjadi bagian dari rutinitas harian. Target Pasar Seiring waktu, Salvadore telah menemukan target pasarnya yang bervariasi. Awalnya, Salvadore ditujukan untuk semua kalangan yang ingin berpakaian rapi setiap hari. Namun, seiring perkembangan, mayoritas klien mereka datang dari pasangan muda yang hendak menikah. “Marketnya hampir 70-80% untuk wedding,” ungkap Didink. Selain itu, Salvadore juga menarik perhatian dari kalangan profesional, seperti pegawai pemerintahan, artis, band, dan industri perfilman. Salvadore telah menjadi pilihan utama untuk mereka yang ingin tampil lebih keren dan berkelas dalam berbagai acara penting. Mengikuti Tren atau Menciptakan Tren? Meskipun Salvadore telah mapan di berbagai segmen, Didink masih berambisi untuk terus berinovasi. “Saya pengen bikin fashion show, instalasi karya yang lebih banyak lagi,” katanya. Menurutnya, fashion bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi juga tentang menampilkan karya yang dapat menginspirasi. Melalui fashion show dan instalasi, ia ingin menunjukkan ide-ide baru yang menggabungkan warisan tailoring dengan kreativitas modern. Inspirasi untuk koleksi baru sering kali datang dari eksperimen pola dan detail, di mana setiap potongan harus melalui proses yang teliti untuk menciptakan pakaian yang berkualitas tinggi. Perjalanan dari Streetwear ke Tailoring Sebelum memulai Salvadore, Didink memiliki latar belakang di dunia streetwear. Ia pernah memiliki brand streetwear sendiri, namun merasa bahwa Salvadore adalah refleksi dari passion terdalamnya dalam dunia fashion. “Salvadore ini lebih kayak eksperimen dari segi pola, dari detail produk,” katanya. Meskipun produk jas secara umum mungkin terlihat mirip, Salvadore berfokus pada detail seperti material dan pola yang membuat setiap produk mereka unik. “Pola itu yang bikin beda,” tambahnya. Dalam dunia fashion, tren datang dan pergi, tetapi Salvadore mengambil pendekatan yang berbeda. Alih-alih hanya menjual pakaian yang sesuai dengan tren saat ini, Salvadore memberikan opsi yang lebih fleksibel kepada kliennya. “Ada yang suka slim fit, ada yang suka baggy, ya kita bikin sesuai apa yang mereka suka,” jelas Didink. Dengan demikian, Salvadore berhasil menciptakan produk yang tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga memenuhi kebutuhan dan preferensi individual dari setiap pelanggan. Harapan untuk Masa Depan Ketika ditanya tentang harapannya untuk masa depan, Didink menjawab dengan penuh optimisme. “Saya pengen lebih ada di semua band, media, atau perfilman,” katanya. Ia melihat kolaborasi dengan industri kreatif seperti musik dan film sebagai cara yang efektif untuk memperkenalkan brandnya ke audiens yang lebih luas. Selain itu, ia berharap dapat mengadakan fashion show setidaknya setahun sekali untuk memperlihatkan inovasi dan perkembangan Salvadore di dunia fashion. Pendapat tentang Media dan Peran Siarin.id Menurut Didink, media seperti Siarin.id memainkan peran penting dalam edukasi dan pengembangan taste masyarakat, khususnya anak muda yang sedang memasuki dunia kuliah. “Sepertinya butuh untuk orang awam yang mungkin baru masuk kuliah,” katanya. Ia percaya bahwa taste seseorang terhadap fashion dan budaya pop berubah seiring waktu, dan media dapat membantu mengedukasi generasi muda tentang apa yang sedang tren, baik itu band, fashion, atau industri kreatif lainnya. Didink juga menyoroti bahwa majalah sebagai media edukasi fashion sudah mulai menghilang, sehingga platform seperti Siarin.id sangat dibutuhkan. “Majalah itu sudah kemana,” ungkapnya, merujuk pada menurunnya popularitas media cetak di era digital ini. Ia berharap Siarin.id terus berkembang dan menjadi tempat di mana orang dapat belajar tentang fashion dan tren terbaru, serta mendapatkan inspirasi dari berbagai komunitas kreatif. Kolaborasi dengan Komunitas Lokal Dalam hal… Continue reading Salvadore | Merayakan Warisan Mode yang Timeless
Genre SKA: Dulu dan Sekarang
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share Genre SKA: Dulu dan Sekarang Musik ska lahir di Jamaika pada akhir tahun 1950-an, menjadi fondasi bagi beberapa genre musik yang lahir kemudian, seperti rocksteady dan reggae. Berawal dari perpaduan musik mento Jamaika dengan R&B Amerika Serikat, ska berkembang menjadi suara yang khas dengan ritme upbeat dan ketukan offbeat yang khas. Salah satu nama besar dari era awal ini adalah The Skatalites, yang dengan lagu seperti “Guns of Navarone” membantu mendefinisikan suara ska yang autentik. Oleh Dias Setyanto Era 1960-an: Kelahiran dan Kejayaan di Jamaika Pada era 1960-an, ska menjadi simbol kebangkitan budaya Jamaika setelah merdeka dari Inggris pada tahun 1962. The Skatalites dan musisi solo seperti Desmond Dekker dengan lagu “Israelites” membawa ska ke puncak popularitasnya di Jamaika. Suara mereka yang energik dan penuh semangat tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi identitas nasional. Ska, sebagai gaya urban pop pertama Jamaika, dimulai oleh operator dari disko mobile yang kuat yang disebut sound systems. Ska berkembang pada akhir 1950-an dari bentuk awal R&B Jamaika yang meniru R&B Amerika, terutama yang diproduksi di New Orleans, Louisiana. Ritme baru muncul yang menggabungkan ritme shuffle dari pianis Amerika Rosco Gordon dengan pengaruh rakyat Karibia, terutama mambo Kuba dan mento, musik tari Jamaika yang menyediakan ritme inti musik baru ini. Vamp piano boogie-woogie khas R&B gaya New Orleans disimulasikan oleh chop gitar pada offbeat dan secara onomatopoetik dikenal sebagai ska. Ritme ini diperkuat oleh alat musik tiup seperti saksofon, trompet, trombon, dan piano yang memainkan riff yang sama pada offbeat, sementara drum mempertahankan ketukan 4/4 dengan aksen drum bass pada ketukan kedua dan keempat. Era 1970-an: Transformasi menjadi Rocksteady dan Reggae Memasuki akhir 1960-an dan awal 1970-an, tempo ska mulai melambat dan berkembang menjadi rocksteady dan kemudian reggae. Namun, pengaruh ska tidak pudar begitu saja. The Specials dan Madness, dua band dari Inggris, memulai kebangkitan ska pada akhir 1970-an dan awal 1980-an yang dikenal sebagai gelombang kedua ska atau 2 Tone. Lagu “A Message to You Rudy” dari The Specials dan “One Step Beyond” dari Madness menjadi ikon dari era ini. Era 1980-an: Kebangkitan Gelombang Kedua di Inggris Pada tahun 1980-an, gelombang kedua ska berkembang pesat di Inggris dengan gerakan 2 Tone. Band-band seperti The Specials, Madness, dan The Selecter menggabungkan unsur ska tradisional dengan punk rock, menciptakan suara yang baru dan segar. Selain musik, gerakan 2 Tone juga membawa pesan anti-rasisme dan kesetaraan sosial, seperti yang tercermin dalam lagu “Ghost Town” dari The Specials. Era 1990-an: Gelombang Ketiga dan Penaklukan Global Memasuki era 1990-an, ska mengalami kebangkitan besar di Amerika Serikat dan dikenal sebagai gelombang ketiga ska. Band-band seperti No Doubt, The Mighty Mighty Bosstones, dan Reel Big Fish membawa ska ke audiens yang lebih luas dengan menggabungkan elemen punk dan pop. Lagu “Don’t Speak” dari No Doubt dan “The Impression That I Get” dari The Mighty Mighty Bosstones menjadi hits besar yang mendominasi tangga lagu. Era 2000-an hingga Sekarang: Evolusi dan Diversifikasi Di era modern, ska terus berkembang dan beradaptasi dengan berbagai gaya musik. Band-band seperti Streetlight Manifesto dan Less Than Jake tetap mempertahankan semangat ska dengan inovasi-inovasi baru. Selain itu, ska juga terus menjadi bagian dari subkultur musik di berbagai belahan dunia, dari Jepang hingga Amerika Latin. Lagu “The Three of Us” dari Streetlight Manifesto dan “The Science of Selling Yourself Short” dari Less Than Jake adalah contoh karya terbaru yang tetap setia pada akar ska sambil membawa sentuhan modern. Tokoh-Tokoh Penting dan Pengaruhnya Gitaris Ernie Ranglin sering dikreditkan dengan menciptakan chop ska, yang dianggap sebagai inovasi penting dalam perkembangan genre ini. Penyanyi seperti Derrick Morgan, Prince Buster, Toots Hibbert (dari Toots and the Maytals), dan Justin Hinds menjadi bintang di era ini, tetapi ska pada dasarnya adalah musik instrumental. Kemerdekaan Jamaika dari Inggris pada tahun 1962 membuat negara dan musik ska berada dalam suasana perayaan. Kelompok musisi studio terkemuka—Don Drummond, Roland Alphonso, Dizzy Johnny Moore, Tommy McCook, Lester Sterling, Jackie Mittoo, Lloyd Brevette, Jah Jerry, dan Lloyd Knibbs—dibawah kepemimpinan McCook menjadi dikenal sebagai The Skatalites pada tahun 1963, membuat beberapa rekaman seminal untuk produser terkemuka dan mendukung banyak penyanyi terkenal, termasuk Bob Marley dan the Wailers yang masih baru. Drummond, pemain trombon, komposer, dan arranger, adalah sosok yang mencolok dan penting bagi perkembangan ska seperti Marley bagi reggae. Gelombang Internasional Ska Gelombang internasional pertama ska dimulai pada awal 1960-an dan diingat untuk “My Boy Lollipop” oleh Millie Small, penyanyi Jamaika yang berbasis di London, dan hits dari Prince Buster dan Desmond Dekker serta the Aces. Pada tahun 1970-an, ska menjadi pengaruh signifikan dalam budaya pop Inggris, dan kelompok-kelompok seperti The Specials, The Selecter, dan Madness membawa unsur punk dan lebih banyak pop ke dalam ska. Musik Madness menyeberangi Atlantik dan berkontribusi pada kesuksesan gelombang ketiga ska pada pertengahan 1980-an di Amerika Serikat, di mana kelompok Inggris lainnya, General Public, juga mendapatkan hits. Gelombang keempat musik ska datang pada pertengahan 1990-an ketika kelompok-kelompok Amerika seperti No Doubt, Sublime, dan The Mighty Mighty Bosstones membawa ska ke arus utama musik pop, dan pionir ska seperti The Skatalites dan Derrick Morgan menemukan audiens baru. Solusi dan Masa Depan Ska: Menghadapi Tantangan dan Merangkul Inovasi Seperti genre musik lainnya, ska menghadapi tantangan dalam mempertahankan relevansinya di era digital. Namun, dengan komunitas yang setia dan inovatif, ska terus menemukan cara untuk berkembang. Festival musik ska seperti “Supernova International Ska Festival” di Amerika Serikat dan “London International Ska Festival” di Inggris menjadi platform penting untuk memperkenalkan generasi baru kepada keajaiban ska. Salah satu solusi untuk menjaga eksistensi ska adalah dengan kolaborasi lintas genre dan penggabungan elemen-elemen modern. Selain itu, platform streaming musik memberikan kesempatan… Continue reading Genre SKA: Dulu dan Sekarang
5 Jenis Lagu Pelepas Penat: Kamu Kaum Mana?
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share 5 Jenis Lagu Pelepas Penat: Kamu Kaum Mana? Setiap orang punya cara masing-masing buat melepaskan penat setelah seharian beraktivitas. Salah satu cara yang paling banyak dipilih adalah mendengarkan musik. Nah, kali ini kita bakal kasih kamu rekomendasi 5 jenis lagu pelepas penat yang mungkin bisa jadi teman kamu saat butuh waktu untuk diri sendiri. Kamu kaum yang mana nih? Oleh Dias Setyanto 1. Rock & Metal: Pelepasan Emosi yang Intens Buat kamu yang merasa butuh melepaskan emosi dengan intens, genre rock dan metal bisa jadi pilihan tepat. Lagu-lagu dengan lirik kuat dan ritme yang cepat ini memang pas buat kamu yang lagi marah atau sekadar butuh pelepasan emosi. Green Day – Boulevard of Broken Dream Lagu yang penuh dengan nuansa kesepian dan pencarian jati diri ini cocok buat kamu yang butuh melampiaskan rasa frustrasi. Falling In Reverse – “Watch The World Burn” Dengan lirik yang penuh kemarahan, lagu ini bisa jadi pelepas emosi kamu. Bring Me the Horizon – King Slayer Lagu ini akan membuat adrenalinmu naik dan memberi semangat baru. Megadeth – Symphony of Destruction Gitar yang berat dan lirik yang kuat, pas buat mengeluarkan semua beban yang ada. System of a Down – BYOB Ritme yang cepat dan lirik yang menantang, sempurna untuk kamu yang ingin meluapkan energi. 2. Alternative & Indie: Santai tapi Penuh Makna Kalau kamu tipe yang lebih suka merenung sambil menenangkan diri, genre alternative dan indie bisa jadi pilihan. Lagu-lagu ini sering kali membawa pesan yang mendalam dengan aransemen musik yang lebih santai. Tame Impala – It is Not Meant to Be Lagu ini penuh dengan nuansa dreamy yang cocok untuk kamu yang ingin menenangkan pikiran. Fleet Foxes – Blue Ridge Mountains Suara harmonis dan lirik yang puitis bisa membawa kamu ke suasana yang lebih damai. The Hollowcane – Sound of The Mountain Lagu ini membawa vibe dreamy dan eksperimental dan liriknya bakal relate sama kamu yang lagi kewalahan sama situasi yang sulit yang cocok buat refleksi diri dan kembali bergerak untuk menyelesaikan masalah. Mac Demarco – Chamber of Reflection Lagu ini pas buat kamu yang butuh waktu untuk merenung dan introspeksi diri. Crumb – Locket Dengan nuansa psychedelic, lagu ini bisa membantu kamu merelaksasi pikiran. Mild High Club – Windowpane Vibe yang laid-back dari lagu ini cocok untuk melepaskan penat dengan cara yang santai. 3. Klasik: Menenangkan Jiwa dengan Elegan Buat kamu yang butuh ketenangan dan elegansi dalam melepas penat, musik klasik bisa jadi jawabannya. Genre ini tidak hanya menenangkan, tapi juga bisa membawa ketenangan jiwa dengan harmoni yang indah. Debussy – Clair de Lune Melodi lembut dari piano ini akan membuat kamu merasa tenang dan damai. Offenbach – Barcarolle Nada yang lembut dan menenangkan, sempurna untuk relaksasi setelah hari yang panjang. Liszt – Hungarian Rhapsody No.2 Dinamis dan penuh semangat, cocok untuk melepas stres sambil tetap merasa terinspirasi. 4. J-Pop: Upbeat tapi Mengharukan Buat kamu yang suka musik dengan ritme yang ceria tapi punya lirik yang mendalam dan mengharukan, J-Pop adalah pilihan yang tepat. Genre ini sering menggabungkan unsur jazz dan rock, menciptakan lagu-lagu yang enerjik namun tetap membawa pesan yang menyentuh. Ado -うっせぇわ (Usseewa) Lagu dengan energi yang kuat dan lirik yang penuh perlawanan, cocok buat kamu yang ingin mengekspresikan perasaan yang terpendam. Official HIGE DANDism – Pretender Lagu dengan lirik cinta yang penuh perasaan, dibalut dengan melodi yang catchy. YOASOBI – 夜に駆ける (Yoru ni Kakeru) Dengan melodi yang upbeat dan lirik yang menggambarkan emosi yang dalam, lagu ini pasti bisa menyentuh hati. Radwimps – Zenzenzense Lagu ini dikenal lewat film ‘Your Name’ dan menyampaikan energi yang kuat dengan lirik yang penuh makna. Omoinotake – 産声 Lagu ini memadukan melodi yang lembut dengan beat elektronik yang modern, cocok buat kamu yang mencari keseimbangan antara perasaan dan suasana modern. Indigo La End – 通り恋 Dengan sentuhan elektronik, lagu ini menawarkan sensasi yang berbeda, penuh dengan nuansa yang dalam dan menyentuh. 5. Relaxing & Chill: Menghilangkan Penat dengan Tenang Kalau kamu lebih suka sesuatu yang menenangkan tanpa terlalu banyak stimulasi, genre relaxing dan chill bisa jadi pilihanmu. Lagu-lagu ini biasanya punya tempo yang lambat dan suasana yang calming, cocok buat relaksasi. Band of Horses – The Funeral Melodi yang melankolis tapi menenangkan, cocok untuk refleksi diri. Explosions in the Sky – First Breath After Coma Instrumental yang atmosferik dan mendalam, membawa nuansa tenang dan reflektif. Lord Huron – The Night We Met Melodi lembut dan lirik yang penuh emosi, cocok untuk momen introspeksi atau refleksi diri. Setiap genre punya vibe yang berbeda, tinggal sesuaikan dengan mood kamu! Nah, dari kelima jenis lagu pelepas penat ini, kamu lebih cocok sama yang mana? Edit Template Edit Template Related Articles All Posts Lifestyle & Hobby Sneakers vs Canvas: Mana yang Lebih Bagus? September 2, 2024 Zodiak Virgo di Tahun 2024 August 21, 2024 Nimas Art Production: Mengusung Kesenian Tradisional di Era Modern di Siarin.id August 19, 2024 Siarin.id Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Debut Showcase “Siar Bersinar” August 16, 2024 Waspada Makan Sushi: Mengenali Bahaya dan Cara Aman Mengonsumsinya August 13, 2024 Instagram Facebook Youtube © 2024 SIARIN MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED Edit Template
Sneakers vs Canvas: Mana yang Lebih Bagus?
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share Sneakers vs Canvas: Mana yang Lebih Bagus? Pernah nggak sih, kamu bingung harus pilih pakai sneakers atau canvas? Sepatu itu nggak cuma soal penampilan, tapi juga kenyamanan dan kesesuaian dengan aktivitas harianmu. Yuk, kita bahas lebih dalam soal sejarah, representasi gaya, hobi, dan kenyamanan dari kedua jenis sepatu ini biar kamu bisa memutuskan mana yang lebih pas buat kamu! Oleh Dias Setyanto Dari Mana Mereka Berasal? Sneakers Sneakers pertama kali muncul di akhir abad ke-19 dengan desain sol karet yang memberikan kenyamanan dan membuat langkah menjadi lebih senyap. Awalnya, sepatu ini diciptakan untuk keperluan olahraga seperti lari dan basket. Seiring perkembangan zaman, sneakers mulai berkembang menjadi bagian penting dari dunia fashion. Brand-brand besar sering merilis sneakers dengan desain unik dan kolaborasi eksklusif yang membuat sneakers tak hanya diminati oleh atlet, tapi juga oleh para fashionista. Canvas Sepatu berbahan kanvas ini memiliki sejarah yang nggak kalah menarik. Awalnya, sepatu kanvas dipakai oleh para pelaut dan pekerja karena bahannya yang ringan dan tahan lama. Sepatu kanvas mulai populer di kalangan anak muda sebagai simbol kesederhanaan dan kebebasan berekspresi. Brand seperti Converse menjadi ikon di dunia fashion berkat desainnya yang klasik dan tidak pernah lekang oleh waktu. Canvas menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan sepatu yang bisa digunakan dalam berbagai kesempatan, baik formal maupun informal. Mau sneakers maupun canvas, keduanya memiliki sejarah yang kaya dan telah bertransformasi dari fungsi awalnya menjadi bagian dari dunia fashion yang mendunia. Sneakers dengan inovasi teknologinya dan canvas dengan kesederhanaannya masing-masing memberikan warisan yang berbeda, namun sama-sama kuat di dunia sepatu. Gaya Lewat Sepatu Sneakers Bagi banyak orang, sneakers lebih dari sekadar sepatu olahraga. Modelnya yang sporty, dinamis, dan seringkali futuristik membuat sneakers menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tampil trendi dan aktif. Selain itu, sneakers sering menjadi bagian dari kolaborasi antara brand sepatu dengan desainer atau artis terkenal, menjadikannya sebagai barang koleksi yang dicari-cari. Sneakers juga sering dipakai oleh mereka yang memiliki gaya hidup aktif, seperti pecinta olahraga atau street style. Dengan berbagai macam desain, sneakers bisa mencerminkan kepribadian penggunanya, mulai dari yang energik hingga yang lebih santai. Canvas Di sisi lain, sepatu kanvas dikenal dengan tampilannya yang simpel dan timeless. Sepatu ini menjadi pilihan bagi mereka yang ingin tampil kasual namun tetap stylish. Canvas sering dikaitkan dengan subkultur tertentu, seperti para skaters atau musisi indie, yang mengutamakan kebebasan berekspresi dan kesederhanaan dalam penampilan mereka. Sepatu kanvas juga sering dihias dengan berbagai desain atau gambar, menjadikannya sebagai kanvas (secara harfiah) bagi kreativitas dan ekspresi personal. Sneakers dan canvas memiliki daya tarik tersendiri dalam dunia gaya dan hobi. Sneakers cocok bagi mereka yang ingin tampil dinamis dan sporty, sementara canvas lebih cocok bagi mereka yang mengutamakan kesederhanaan dan kebebasan dalam berekspresi. Pada akhirnya, pilihan antara sneakers dan canvas bisa menjadi representasi dari gaya hidup dan hobi kamu. Mana yang Lebih Nyaman di Kaki? Sneakers Dalam hal kenyamanan, sneakers sering kali unggul karena desainnya yang memang dikhususkan untuk aktivitas fisik. Sol yang empuk, dukungan pada lengkungan kaki, serta teknologi canggih seperti peredam kejut dan ventilasi udara menjadikan sneakers pilihan ideal bagi mereka yang banyak bergerak sepanjang hari. Sneakers dirancang untuk melindungi kaki dari benturan dan memberikan kenyamanan maksimal, terutama untuk aktivitas berat seperti berlari atau berjalan jauh. Canvas Meski tidak memiliki teknologi sekompleks sneakers, sepatu kanvas tetap menawarkan kenyamanan yang tidak bisa dianggap remeh. Bahannya yang ringan dan fleksibel membuat sepatu ini nyaman dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Canvas lebih breathable sehingga kaki tidak mudah berkeringat, dan cocok untuk cuaca panas atau aktivitas yang tidak terlalu berat. Meskipun begitu, canvas mungkin kurang mendukung jika kamu butuh sepatu dengan bantalan atau support yang lebih kuat. Ketika berbicara soal kenyamanan, sneakers unggul dalam hal dukungan dan teknologi yang membuatnya cocok untuk aktivitas fisik yang intens. Sementara itu, canvas menawarkan kenyamanan yang ringan dan fleksibel, ideal untuk kegiatan sehari-hari. Pilihan antara sneakers dan canvas dalam hal kenyamanan tergantung pada kebutuhan dan aktivitas yang kamu jalani. Pada akhirnya, baik sneakers maupun canvas punya kelebihan masing-masing yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya pribadi kamu. Sneakers dengan teknologinya menawarkan kenyamanan maksimal untuk aktivitas yang intens, sementara canvas menawarkan kesederhanaan dan fleksibilitas untuk kegiatan sehari-hari. Yang paling penting adalah bagaimana kamu memadupadankan sepatu tersebut dengan outfit kamu, dan yang terpenting, bagaimana kamu merasa nyaman dan percaya diri saat memakainya. Karena pada akhirnya, gaya adalah tentang apa yang kamu suka dan apa yang membuatmu merasa baik. Jadi, sneakers atau canvas? Keduanya bisa menjadi pilihan yang tepat, asalkan kamu nyaman dan percaya diri dalam memakainya! Edit Template Edit Template Related Articles All Posts Lifestyle & Hobby Sneakers vs Canvas: Mana yang Lebih Bagus? September 2, 2024 Zodiak Virgo di Tahun 2024 August 21, 2024 Nimas Art Production: Mengusung Kesenian Tradisional di Era Modern di Siarin.id August 19, 2024 Siarin.id Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Debut Showcase “Siar Bersinar” August 16, 2024 Waspada Makan Sushi: Mengenali Bahaya dan Cara Aman Mengonsumsinya August 13, 2024 Instagram Facebook Youtube © 2024 SIARIN MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED Edit Template
Udah Siap War Tiket Green Day?
Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch More than 2 results are available in the PRO version (This notice is only visible to admin users) Instagram Facebook Youtube Lifestyle & Hobby Music Watch Lifestyle & Hobby Music Watch Instagram Facebook Youtube Edit Template Edit Template Share Udah Siap War Tiket Green Day? Setelah penantian panjang, akhirnya Green Day kembali menghebohkan para penggemar musik di Indonesia! Grup punk rock legendaris asal California ini bakal tampil di Jakarta sebagai bagian dari tur dunia mereka di tahun 2025. Konser ini sekaligus menandai 10 tahun Hammersonic dan bakal jadi momen bersejarah yang nggak boleh dilewatkan. Oleh Dias Setyanto Green Day Kembali ke Jakarta Setelah 29 Tahun! Bayangin, udah 29 tahun berlalu sejak terakhir kali Green Day manggung di Indonesia pada tahun 1996. Konser kali ini bakal digelar di Carnaval Ancol, Jakarta pada 15 Februari 2025. Ini bakal jadi konser yang super spesial karena mereka nggak cuma ngebawain lagu-lagu legendaris dari album “Dookie” yang udah berusia 30 tahun, tapi juga merayakan 20 tahun album “American Idiot.” Kebayang nggak sih betapa nostalgianya suasana nanti? Bahkan di Twitter, Green Day udah ngasih pengumuman resmi tentang konser ini. Mereka mengekspresikan kegembiraan mereka dengan pesan, “JAKARTA!!! We’re rolling into Indonesia for the first time in years next February 🤯🤯 tickets go on sale on 27/8 @ 3pm local greenday.com/tour.” Jadi, jangan sampai kelewatan untuk ikutan war tiketnya ya! Tiket Mulai Dijual, Siap-Siap War! Antusiasme udah mulai kerasa dari sekarang. Tiket Green Day Live in Jakarta udah diumumkan bakal dijual mulai 27 Agustus 2024, pukul 15.00 WIB. Tiketnya bisa dibeli secara online lewat situs resmi mereka di www.greendayjkt.com. Jadi, siap-siap jari kamu buat war tiket ya! Berapa Harga Tiketnya? Soal harga, tiket termurahnya ada di angka Rp 1.580.555, sementara yang termahal mencapai Rp 2.655.555. Semua tiket bersifat festival atau standing, jadi pastikan kamu datang lebih awal biar dapet spot terbaik! Dari akun Instagram Ravel Entertainment, rincian harga tiket konser Green Day seperti ini: Cat 1A: Rp 2.655.555 Cat 1B: Rp 2.655.555 Cat 2A: Rp 2.015.555 Cat 2B: Rp 2.015.555 Cat 3: Rp 1.580.555 Harga tiket yang tertera belum termasuk pajak pemerintah sebesar 10 persen dan biaya administrasi sebesar 5 persen. Selain itu, seluruh kategori tiket juga berupa festival atau standing. Namun, tersedia kapasitas khusus untuk penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda. Persiapkan Diri untuk Malam yang Nggak Terlupakan! Konser ini diprediksi bakal dipadati oleh ribuan penggemar. Kapasitas Carnaval Ancol sendiri bisa mencapai 70 ribu penonton, meski untuk konser ini hanya dibuka untuk sekitar 40 ribu orang. Udah kebayang gimana serunya malam itu? Green Day sendiri udah nggak sabar buat ketemu sama penggemar setia mereka di Jakarta. Di platform X (dulu dikenal sebagai Twitter), mereka mengekspresikan kegembiraan mereka untuk kembali manggung di Jakarta setelah sekian lama. Konser ini akan jadi salah satu yang paling dinanti di tahun 2025. JAKARTA!!! We’re rolling into Indonesia for the first time in years next February 🤯🤯 tickets go on sale on 27/8 @ 3pm local https://t.co/e1YhBPEsQ6 P.S. check out the admat from the last time we played in ‘96 for Dookie & Insomniac 🇮🇩🇮🇩 pic.twitter.com/t3VvphgcoH — Green Day (@GreenDay) August 15, 2024 So, udah siap buat war tiketnya? Edit Template Edit Template Related Articles All Posts Lifestyle & Hobby Zodiak Virgo di Tahun 2024 August 21, 2024 Nimas Art Production: Mengusung Kesenian Tradisional di Era Modern di Siarin.id August 19, 2024 Siarin.id Meriahkan Hari Kemerdekaan dengan Debut Showcase “Siar Bersinar” August 16, 2024 Waspada Makan Sushi: Mengenali Bahaya dan Cara Aman Mengonsumsinya August 13, 2024 Konsep 4 Sehat 5 Sempurna Salah? Simak Makanan Sehat Yang Sebenarnya August 13, 2024 Instagram Facebook Youtube © 2024 SIARIN MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED Edit Template
